Saturday, 22 October 2011

Wanita IV

Mulai dari jaman dahulu sampai sekarang, perbudakan wanita masih tetap ada, dan hal itu pun tidak dapat kita pungkiri lagi. Bahkan hal itu sudah pun lagi dapat dilihat secara kasat mata, bahkan secara terang-terangan, seperti halnya praktek prostitusi.

Praktek prostitusi yang marak sekarang ini sudah mulai merebak, bahkan sudah ada didalam dunia pendidikan. Hal ini dikarenakan selain kebutuhan juga pengaruh dari media.

Seperti perdagangan anak dibawah umur hanya untuk dipekerjakan sebagai penghibur, juga para TKI yang bekerja di luar negeri, mereka bukan dianggap sebagai patner kerja melainkan dianggap sebagai budak, yang diperlakukan seenak sendiri oleh majikannya, bahkan penyiksaan yang mereka terima baik berupa fisik dan seksual, hal itu membuat tersisih

Pemerintah sendiri sudah membuat UU, Banyak juga ORMAS, dan Lembaga Swantara yang didirikan untuk melindungi anak dan perempuan, akan tetapi masih belum bisa melindungi mereka dari hal demikian.

Entah sampai kapan Wanita yang begitu indah dimata Tuhan, akan selalu dijadikan budak didalam dunia.

WANITA V

Dia adalah seorang Wanita Tua renta ... Demi Menyambung hidup, tak pentang. Dari rumah menggedong sebakul yang berisi bunga, plastik, dan air.....
Wanita Tua yang tegar hidupnya tak putus asa, dalam sehari belum tentu dia menikmati untuk menabung asal bisa sesuap yang dia hasilkan dalam kehalalan dia merasa bersyukur...
Didepan Pintu gerbang Pemakaman Sunan Kali Jaga dia hanya menjajakan " Plastik bu, plastik pak... monggo menawi ngersaaken... kenanga bu, mbak, pak... namung Setunggal Ewu ". Kegigihan dia didalam rentanya menandakan bahwa wanita pun dapat sebagai tiang dan tak pantang Usia.....
Wahai Nenek tua .... Dirimu mencerminkan Kekuatan Seorang Wanita yang Kuat... Allah berikan Dia Umur yang panjang Amien

Tuesday, 29 July 2008

Wanita III

Wanita, wanita, wanita......
Dibalik senyum yang indah dan wajah yang lembut, banyak menyimpan suatu misteri kehidupan. Baik tangis dan tawa, yang kadang tak dapat dirasakan dalam pandangan mata, melainkan pandangan hati.
Banyak diantara wanita, dibalik tangan dan hati yang lembut bisa menjadi seorang satria, juga pula bisa menjadi tawanan dunia. Kelembutan wanita membawa kehangatan, tapi kekuatan wanita dapat membawa keruntuhan.
Banyak wanita yang kuat untuk menjadi tiang kehidupan, akan tetapi banyak pula wanita yang menjadi hiasan semata, yang habis dipakai kemudian ditinggalkan. Apakah itu adil buat dia!!!
Kadang wanita ingin berteriak untuk menjadi kekuatan, tapi mereka hanya kadang terpaku duduk dalam impian yang semu.
Bangkitlah wanita, karena darimulah dunia ini terwujud.
Dari dirimulah tiang ini menjadi kokoh.
Dari dirimulah senyum dunia akan terlihat nyata.
Wanita.....wanita.....wanita.....

Sunday, 29 June 2008

wanita II

Wanita dimata Islam merupakan mutiara, seperti sabda Rosullah "Bahwa tiada perhiasan yang indah, kecuali wanita yang solikah". Dan Islam benar-benar menjunjung tinggi keberadaan seorang wanita. Dalam hal ini wanita dapat digambarkan dengan seorang ibu. Maka sempat Rosullah ditanya oleh sahabatnya Siapa yang Rosullah cintai pertama antara ayah dan ibu, maka Beliu menjawab yang pertama adalah ibu, yang kedua ibu, ketiga ibu, dan keempat baru ayah. Sehingga ada pepatah yang berbunyi surga ditelapak kaki ibu. karena ibu dalam 9 bulan berbagi makanan, menahan sakait dengan anak yang dikandung.
Bahkan menurut filosofi Cina jaman dinasti ming, disini wanita digambarkan sesosok yang begitu kuat, " Dia adalah tiang, dia bisa jadi pesuruh, dia bisa jadi tabib. Andaikan dia tidak ada maka gunung bahkan langitpun akan menangis. Wanita.... wanita....

Thursday, 29 May 2008

Wanita 1

saya selalu menangis melihat seorang wanita yang selalu dijadikan obyek dari kesengsaraan. Dan kenapa yang selalu Wanita?
Dulu sering terdengar syair lagu "Wanita dijajah pria sejak dulu, dijadikan perhiasan sangkar madu ...." kadang saya slalu berfikir apakah wanita dimata pria hanyalah dijadikan sebagai perhiasan saja, yang kadang habis manis sepah dibuang. Seperti halnya diLokalisasi, disana wanita dimata masyarakat dijadikan sebagai sampah, yang habis dipakai para lelaki si hidung belang, lalu dibuang saja, mereka hanya menikmat tubuhnya saja.
Saya pernah melakukan penelitian di salah satu lokalisasi ternama di kota Jawa Tengah, disana wanita pekerja seks diperbudak oleh mucikari, dan pendapatan yang dia terima tiap harinya adalah seper lima dari yang diperoleh, dan semua uangnya masuk didalam saku mucikari, sewa kamar, dan yang lebih menyakitkan APBD kota. Kenapa dengan pemerintah yangseharusnya melindungi hak asasi tetapi justru memperbudak.
Saya juga melihat seorang bapak mengantarkan untuk dijual, seorang suami mengantarkan istrinya untuk dijual, dan dari jerih derita dan tangisan batinnya dinikmati semua orang, belum lagi diluar dunianya dimaki dan dicaci bagaikan sampah.
Wanita...... wanita...... wanita........